Semula kami tidak percaya dengan review-review Spider-Man: Homecoming yang beredar di internet. Spider-Man memang kerap mendapatkan nilai bagus di mata kritikus, tetapi sejatinya waralaba ini sudah pernah direboot sebelumnya sehingga seharusnya tidak ada unsur kejutan lagi di Homecoming. Rupanya dugaan ini salah, sebab Spider-Man: Homecoming justru memberikan berbagai kejutan dan kualitas melebihi seluruh Spider-Man sebelumnya.
Kisah Spider-Man: Homecoming terikat langsung dengan event-event yang terjadi di Marvel Cinematic Universe. Jadi kalian akan mendapatkan sebuah kontinuitas utuh akan berbagai peristiwa yang saling berhubungan sehingga membentuk cerita utama di Spider-Man: Homecoming.
Karena hal tersebut, maka kalian akan menemukan sebuah origin atau asal-muasal yang sangat masuk akal dan bisa diselipkan begitu saja ke dalam kisah MCU secara umum. Hasilnya, kita mendapatkan sosok protagonis dan antagonis yang jauh lebih membumi ketimbang film superhero lainnya.
Kami menemukan berbagai langkah jenius di Spider-Man: Homecoming, tetapi bagi kami langkah yang paling jenius dan paling terasa efeknya ada pada bagian hilangnya babak yang menceritakan asal-muasal kekuatan Spider-Man. Hasilnya, sutradara Jon Watts memiliki lebih banyak screen time untuk bercerita tentang lakon yang sedang berjalan di Homecoming.
Karakterisasi Peter Parker (Tom Holland) dan Adrian Tomes (Michael Keaton) tergambarkan dengan sangat baik di sepanjang film. Rasanya kami mengenal Peter Parker versi Tom Holland lebih baik ketimbang miliki Tobey Maguire dan Andrew Garfield. Sementara itu Michael Keaton memang menunjukkan kelasnya sebagai aktor senior yang pernah memerankan manusia kelelawar bertopeng latex di tahun 1989.
Penghargaan kami terbesar jatuh untuk para screenwriter yang terdiri dari Jonathan M. Goldstein, John Francis Daley, Christopher Ford, Chris McKenna dan Erik Sommers. Beberapa nama di atas pernah terlibat dalam screenwriter untuk film Horrible Bosses dan The Lego Batman Movie. Jadi jangan heran kalau mereka berhasil menyuntikan beberapa humor “bersih” ke dalam naskah, sambil tetap menceritakan plot-plot penting di Spider-Man: Homecoming.
Spider-Man: Homecoming adalah Spider-Man yang sangat kami nanti-nantikan. Sebuah Spider-Man baru yang lebih hidup dan nyaman dikonsumsi semua generasi tanpa terkecuali. Satu-satunya protes kami justru melibatkan betapa sempurnanya penulisan cerita Spider-Man dan karakterisasi Peter Parker, sehingga rasanya sosok Tom Holland bisa digantikan siapa saja. Alias siapapun bisa menjadi Spider-Man. Tapi bukankah ini memang semangat Stanley dan Ditko ketika menciptakan karakter ini. Semua orang bisa menjadi Spider-Man!
Hasil akhir kami untuk review Spider-Man: Homecoming adalah 10/10. Sebuah Spider-Man baru yang akan menjadi pembicaraan selama dua atau tiga tahun kedepan hingga akhirnya sekuelnya datang kembali di 2019.
from Klik Game http://ift.tt/2umFv58
via IFTTT






0 komentar:
Posting Komentar